Kilas Sejarah

Kereta Anak Bangsa didirikan di Bandung pada tanggal 10 Agustus  2012 oleh Aditya Dwi Laksana, Deden Suprayitno, dan Tantra Madhyastha Pradhana seiring dengan pembentukan tim penyusun dan proses penyusunan Buku Dokumenter Perkeretaapian Indonesia “The Beauty of Indonesian Railways”. Tanggal 10 Agustus juga merupakan tanggal bersejarah bagi dunia perkeretaapian Indonesia karena pada tanggal tersebut di tahun 1867, dilakukan pengoperasian Kereta Api untuk pertama kalinya di Indonesia, yang saat itu bernama Hindia Belanda.

Kiprah Kereta Anak Bangsa pada awalnya adalah berwujud gerakan kewirausahaan di bidang karya edukatif dan kreatif bertemakan perkeretaapian, yang mempersembahkan berbagai karya kreasi dalam aneka ragam sajian, seperti pustaka, tulisan, dokumentasi fotografi dan filmografi, cenderamata, dan program wisata edukasi.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, Kereta Anak Bangsa juga berkeinginan untuk berkontribusi dalam spektrum yang lebih luas, yaitu sebagai gerakan pelestarian, edukasi, advokasi, dan sosial serta rujukan pengetahuan perkeretaapian Indonesia. Untuk mewujudkan maksud tersebut, maka pada tahun 2018, didirikanlah Yayasan Kereta Anak Bangsa yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, pelestarian, dan edukasi, khususnya di lingkungan perkeretaapian.

Gerakan kewirausahaan Kereta Anak Bangsa kini diwadahi dalam Yayasan Kereta Anak Bangsa dengan melaksanakan kegiatan usaha yang mendukung maksud dan tujuan Yayasan Kereta Anak Bangsa, dan melakukan pemisahan kepengurusan dan pengelolaan sesuai ketentuan perundangan.

Kereta Anak Bangsa diharapkan juga dapat menjadi wadah kepedulian dan sumbangsih anak bangsa untuk perkeretaapian Indonesia, terutama untuk membangun citra positif perkeretaapian Indonesia, menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap moda angkutan kereta api dan perkeretaapian di Indonesia, serta untuk mengembangkan khazanah data, informasi, dan pengetahuan tentang perkeretaapian Indonesia.