Kehadiran layanan Kereta Api (KA) Bandara Kualanamu di Sumatera Utara sejak tahun 2013 serta beroperasinya KA Bandara Soekarno-Hatta di wilayah metropolitan ibukota negara, Jakarta di tahun 2017, turut menjadi penanda era modernisasi perkeretaapian Indonesia serta sekaligus menjadikan Indonesia setara dengan negara-negara lain yang telah menyediakan transportasi berbasis rel untuk akses bandara.

Sungguh diperlukan perjalanan panjang untuk bisa mewujudkan moda transportasi berbasis rel sebagai akses bandar udara (bandara) di Indonesia. Dan bukan pula pekerjaan yang ringan, karena dibutuhkan perjuangan berliku, semangat yang tinggi, dan keteguhan yang kuat. Dan kini, ketika layanan KA Bandara telah hadir di Indonesia, tantangan baru dihadapi oleh PT Railink (Railink), perusahaan pengelola KA Bandara, yang juga anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Tantangan itu adalah bagaimana membuat KA Bandara ini diminati dan digunakan dengan masif oleh masyarakat, dan kian menjadi pilihan utama mereka.

Bertepatan dengan peringatan 12 tahun usia Railink pada tanggal 28 September 2018, Railink melakukan acara peluncuran dan bincang buku “Railink – On Moving Forward, Gerak Maju Kereta Api Bandara Indonesia”. Buku ini adalah karya bersama hasil sinergi yang apik antara PT Railink dengan Yayasan Kereta Anak Bangsa dan secara khusus dipersembahkan untuk memperingati hari ulang tahun ke-12 PT Railink.

Buku “Railink – On Moving Forward, Gerak Maju Kereta Api Bandara Indonesia” ini berkisah tentang gerak perjalanan Railink serta ikhtiar yang dilakukan untuk menjawab tantangan demi tantangan, sejak upaya awal untuk menghadirkan KA Bandara, mengoperasikannya, meningkatkan kinerjanya, hingga kesiapan Railink menyambut peluang dan tantangan di masa mendatang. Buku setebal 220 halaman ini, disajikan dalam dwibahasa Indonesia-Inggris serta disertai dengan foto-foto berwarna.

Masih dalam rangkaian acara peluncuran buku, dilakukan pula sesi Bincang Bersama yang mengupas isi buku dan perjalanan korporasi Railink serta upaya Railink menjawab tantangan yang dihadapi. Bincang Bersama ini menghadirkan 5 narasumber, yaitu Direktur Utama PT Railink: Heru Kuswanto, Mantan Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) dan mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero): Edie Haryoto, Pendamping Persiapan Project KA Bandara Soekarno-Hatta: Dwi Suhono Raharjo, Pengamat Perkeretaapian dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI): Djoko Setijowarno serta Perwakilan Pengguna Kereta Api Bandara Railink: Mela Sucipto, dan dipandu moderator Aditya Dwi Laksana dari Yayasan Kereta Anak Bangsa.

Baca Juga:
HUT ke-12, PT Railink Berbagi Kisah Perjalanan Lewat Buku

 

Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this