Jalur Kereta Api (KA) Banjar-Pangandaran-Cijulang di wilayah Priangan, Jawa Barat, terbilang fenomenal dan megah. Meski hanya suatu lintas cabang dari sekian banyak lintas cabang jalur KA di Indonesia, jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang ini sangat prestisius dan menawan. Membentang melintasi ngarai dan menembus bukit di Priangan tenggara serta menyusuri tepi Samudera Hindia. Demikian beratnya medan yang harus dilalui hingga tak kurang dari 4 terowongan dan 6 jembatan bentang panjang dibangun. Namun sayangnya, jalur ini sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1980-an, seiring dengan penutupan banyak lintas cabang KA di tahun-tahun tersebut terutama karena kalah bersaing dengan angkutan jalan raya dan biaya operasi yang tinggi yang tidak sepadan dengan pendapatan yang diperoleh.


Pemaparan materi oleh Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa

Kini, setelah hampir 40 tahun, timbul kembali pemikiran dan keinginan dari banyak pihak untuk memanfaatkan kembali aset perkeretaapian yang sebagian masih tertinggal jejaknya, baik pemanfaatan sebagai aset penunjang aspek ekonomi maupun untuk mendorong potensi reaktivasi jalur ini guna meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas serta menggerakkan perekonomian khususnya di wilayah Pangandaran dan Jawa Barat.

Salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan aset dan reaktivasi tersebut, adalah mulai intensnya berbagai kegiatan diskusi dan kajian tentang jalur KA nonaktif ini, yang juga dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai komunitas daerah setempat, salah satunya adalah Komunitas Rumah Plankton yang merupakan gerakan masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang terutama bergiat di bidang edukasi. Dan berkaitan dengan diskusi tentang jalur KA nonaktif Banjar-Pangandaran-Cijulang, pada tanggal 18 Juni 2018, Komunitas Rumah Plankton mengadakan kegiatan yang bertajuk Ngaguar Dongeng Kareta Banjar-Cijulang bertempat di Rumah Plankton di kawasan Pasar Wisata Pangandaran.



Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa sedang memaparkan sejarah dan profil jalur KA nonaktif Banjar-Cijulang

Kegiatan ini adalah forum diskusi yang menghadirkan beberapa narasumber termasuk dari Kereta Anak Bangsa, sebagai wadah pencinta perkeretaapian Indonesia, untuk turut serta berbagi wawasan dan pengetahuan tentang sejarah dan profil jalur KA ini, dan tak ketinggalan diputarkan pula film dokumenter saat jalur ini masih beroperasi di masa kolonial Hindia Belanda. Pada kesempatan ini, penyajian materi dari Kereta Anak Bangsa disampaikan oleh Aditya Dwi Laksana. Narasumber lain yang hadir adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman, dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin. Diskusi mengerucut pada kesimpulan bahwa peninggalan KA di Pangandaran harus dilestarikan dan dimanfaatkan lebih optimal dan potensi reaktivasi harus terus didorong.

Yang Terkait

Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this