Pada tanggal 25-26 November 2018, Tim dari Unit Pelestarian PT Kereta Api Indonesia (Pesero)/KAI, yang didampingi oleh Unit Aset KAI Daerah Operasi 2 Bandung melaksanakan kegiatan dokumentasi aset bersejarah di Jalur KA Nonaktif Cibatu-Garut-Cikajang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran lapangan tentang kondisi terkini aset di jalur tersebut seiring dengan bergulirnya rencana untuk melakukan reaktivasi jalur KA Cibatu-Garut, yang diharapkan bisa dilanjutkan hingga Cikajang.

Kereta Anak Bangsa turut mendampingi dan memandu dalam kegiatan dokumentasi aset yang dilakukan oleh Tim Unit Pelestarian KAI tersebut. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari 1 malam, dengan melakukan dokumnetasi aset di Stasiun (dan Halte)  Cibatu, Pasirjengkol, Wanaraja, Garut, Bangbanyang, dan Cirengit pada hari pertama, dan dilanjutkan dengan mendokumentasikan Stasiun (dan Halte) Cikajang, Patrol Girang, Cidatar, Cisurupan, Bayongbong, Cioyod, Kamojan, dan Ciroyom pada hari berikutnya. Selain mendokumentasikan bangunan stasiun, turut pula didokumentasikan bangunan rumah dinas, peralatan persinyalan dan bangunan gudang pendukung operasi perkeretaapian saat jalur tersebut aktif. Pada saat dilakukan dokumentasi, kondisi bangunan saat ini banyak yang telah beralih fungsi, dan bahkan bekas bangunan Stasiun Cikajang yang merupakan stasiun di titik tertinggi di atas permukaan laut di Asia Tenggara (ketinggian 1.246 M dpl) kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan.

Yang Terkait

Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this