Bangunan perkeretaapian di jalur nonaktif Banjar-Pangandaran-Cijulang memang fenomenal. Tidak kurang dari 4 terowongan dan 6 jembatan bentang panjang bisa dijumpai di jalur ini, yang diantaranya bahkan merupakan terowongan dan jembatan terpanjang di Indonesia. Dan sudah barang tentu infrastruktur tersebut adalah suatu aset yang perkeretaapian yang bernilai sejarah dan patut dilestarikan. 

Untuk memberikan penanda sekaligus informasi singkat tentang peninggalan aset bersejarah yang ada di jalur ini, Yayasan Kereta Anak Bangsa dan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Wilayah Bandung dengan dukungan sepenuhnya dari PT Kereta Api Indonesia pada tanggal 11-12 Agustus 2018 melaksanakan kegiatan pemasangan prasasti aset di 4 bekas terowongan dan 1 bekas jembatan yang terdapat di jalur nonaktif Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Bekas terowongan KA yang dipasang prasasti adalah Terowongan Philip (Batulawang) panjang 280 m, Terowongan Hendrik (Cikacepit) panjang 105 m, Terowongan Wilhelmina (Sumber) panjang 1.116 m, dan Terowongan Juliana (Bengkok) panjang 127,4 m. Sedangkan bekas jembatan KA yang dipasang prasasti adalah Jembatan Cikacepit (Cipamotan) panjang 310 m. Terowongan Wilhelmina dan Jembatan Cikacepit adalah terowongan dan jembatan KA terpanjang di Indonesia.

Prasasti yang dipasang terbuat dari batu granit. Di prasasti tersebut dicantumkan nama aset, tahun pembuatan, ukuran panjangnya, dan lokasi aset. Proses pemasangannya dibantu pula oleh warga desa sekitar terowongan dan jembatan. Pemasangan prasasti ini meski tampak sebagai kegiatan sederhana, namun diharapkan tetap bermakna bagi upaya pelestarian aset perkeretaapian Indonesia yang bersejarah.

Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this