Bagi anak-anak, Kereta Api (KA) merupakan sesuatu yang sangat menarik perhatian. Bentuknya yang meliuk-liuk seperti ular dan rangkaiannya yang panjang memberikan keasyikan tersendiri untuk dilihat.

Namun demikian, banyak anak-anak yang belum bisa merasakan berinteraksi dengan dunia kereta api dari dekat serta mendapat kesempatan untuk menikmati perjalanan menggunakan kereta api, yang salah satunya karena alasan ekonomi. Bagi anak-anak yang kurang beruntung ini, kesempatan naik KA mungkin sesuatu yang masih dalam impian. Untuk dapat menaikinya, tentu memerlukan dana yang mungkin belum tentu menjadi prioritas dan dapat segera disisihkan.

 

Anak-anak belajar melakukan tap-in di Stasiun Jakarta Kota dibantu oleh Petugas PKD.

Gurnito dari Kereta Anak Bangsa sedang memberikan penjelasan singkat mengenai dunia perkeretaapian.

Kereta Anak Bangsa (KAB) sebagai wadah anak bangsa yang berupaya memberikan sumbangsihnya bagi kelestarian dan kemajuan KA di Indonesia, mencoba untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dhuafa agar mereka bisa menikmati asyiknya berkeretaapi dan merasakan suasana stasiun yang nyaman dan menyenangkan, dan sekaligus memberikan wawasan pengetahuan tentang kereta api kepada mereka.

Anak-anak mewarnai kertas gambar dengan sungguh-sungguh.

Untuk itu, KAB didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta dan PT Kereta Commuter Indonesia mengadakan acara bertajuk “Ceria Bersama Kereta Api” yang diadakan tanggal 17 Desember 2017 di Stasiun Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Acara ini diikuti oleh 61 orang anak-anak yatim/fakir miskin dari Yayasan Sayap Ibu, Kebayoran dan Yayasan Fajar Islam, Kemayoran.

Para peserta menggambar asyik menggambar objek yang mereka sukai di teras Stasiun Tanjung Priok.

Kegiatan ini dimulai berkumpul di Stasiun Jakarta Kota dan mencoba langsung aktifitas tap-in tiket Commuter Line. Kemudian edukasi mengenai dunia kereta api oleh selama perjalanan di KRL Commuter Line lintas Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanjung Priuk oleh Gurnito dari Kereta Anak Bangsa. Berakhir di Stasiun Tanjung Priuk anak-anak kembali melakukan kegiatan tap-out secara mandiri.

Acara dilanjutkan dengan Lomba Mewarnai dan Lomba Menggambar. Untuk Lomba Menggambar, anak-anak dibebaskan untuk mencari lokasi terbaiknya sendiri. Materi lomba kemudian dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Ibu Jeje (KCJ), Bapak Trisilo (Kereta Anak Bangsa). Sementara juri menilai, diputarkan film KRL karya Sendy Prasetya dan disertai games interaktif.

 
Acara diakhiri dengan berdoa dan foto bersama.

Saksikan videonya DI SINI!